KoranBandung.co.id – Puluhan sopir ambulans mendatangi Polsek Cipatat sebagai bentuk desakan moral agar aparat kepolisian segera menuntaskan dugaan pemukulan terhadap rekan mereka yang terjadi saat menjalankan tugas kemanusiaan.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik karena menyangkut keselamatan petugas ambulans yang sedang membawa pasien dalam kondisi darurat.
Puluhan sopir ambulans dari berbagai wilayah di Kabupaten Bandung Barat mendatangi Polsek Cipatat pada Sabtu malam, 7 Februari 2026, sekitar pukul 19.00 WIB.
Kedatangan mereka terpusat di Polsek Cipatat yang berlokasi di Jalan Raya Rajamandala Nomor 434, Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas sekaligus tuntutan agar kepolisian segera menangkap terduga pelaku pemukulan terhadap salah satu sopir ambulans.
Insiden yang memicu aksi ini bermula saat seorang sopir ambulans berinisial AW tengah mengantarkan pasien menuju RSUD Cikalongwetan.
Dalam perjalanan, ambulans yang dikemudikan AW berpapasan dengan sebuah mobil lain di ruas jalan sempit.
Situasi tersebut kemudian memicu adu argumen antara sopir ambulans dan pengemudi mobil yang diketahui berinisial AD.
Ketegangan meningkat meskipun sopir ambulans telah menyampaikan bahwa kendaraan yang dikemudikannya sedang membawa pasien dalam kondisi darurat.
Alih-alih memberikan jalan, pengemudi mobil justru tetap bertahan dan tidak menunjukkan itikad untuk mengalah.
Cekcok yang terjadi di tengah jalan tersebut akhirnya berujung pada dugaan aksi kekerasan fisik terhadap sopir ambulans.
AW dilaporkan mengalami pemukulan yang dilakukan oleh AD di lokasi kejadian.
Peristiwa ini dengan cepat menyebar luas di media sosial dan menjadi perbincangan hangat.
Viralnya kejadian tersebut memicu reaksi keras dari komunitas sopir ambulans yang menilai tindakan kekerasan itu tidak dapat ditoleransi.
Setelah kasus ini menjadi perhatian publik, keluarga terduga pelaku diketahui telah melakukan komunikasi dengan pihak terkait.
Keluarga AD disebut menyatakan kesediaan untuk bersikap kooperatif.
Terduga pelaku sendiri dikabarkan mengalami ketakutan setelah kasus ini mencuat ke permukaan.***








