KoranBandung.co.id – Peristiwa evakuasi orang tenggelam di aliran sungai kawasan Binong Jati, Kota Bandung, menjadi pengingat keras akan tingginya risiko aktivitas di sekitar sungai permukiman padat.
Kejadian ini bermula dari aktivitas sederhana sekelompok anak yang berakhir pada operasi penyelamatan melibatkan warga dan petugas pemadam kebakaran.
Insiden tersebut sekaligus menyoroti peran spontan warga dalam situasi darurat serta bahaya yang mengintai penolong tanpa perlengkapan memadai.
Peristiwa tragis ini dilaporkan oleh Bandung Siaga 113 sebagai bagian dari penanganan penyelamatan darurat di wilayah Kota Bandung.
Insiden evakuasi orang tenggelam terjadi di aliran sungai yang berada di Jalan Binong Jati Gang Kunia, Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.
Lokasi tersebut dikenal sebagai kawasan permukiman padat dengan aliran sungai yang relatif sempit namun memiliki arus dan kedalaman yang tidak merata.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika empat anak, yakni JA, AS, AL, dan AR, sedang berjalan menuju rumah seorang teman mereka bernama DF.
Setelah mendapati DF tidak berada di rumah, keempatnya memutuskan untuk kembali pulang melewati jalur yang sama.
Saat melintas di dekat sungai, perhatian mereka tertuju pada sebuah bola yang hanyut terbawa arus air.
Niat awal untuk mengambil bola tersebut kemudian memicu rangkaian peristiwa yang berujung pada situasi darurat.
Dalam hitungan detik, suasana berubah ketika AR terlihat dalam kondisi hampir tenggelam di aliran sungai tersebut.
Melihat rekannya berada dalam bahaya, AS dan AL secara refleks melompat ke sungai untuk memberikan pertolongan.
Upaya penyelamatan tersebut tidak berjalan sesuai harapan akibat kondisi medan sungai yang licin dan sulit dikendalikan.
AS dan AL justru terpeleset setelah masuk ke dalam air dan kehilangan keseimbangan di tengah arus.
Dalam kondisi panik, keduanya berjuang untuk menyelamatkan diri masing-masing sambil berupaya mencari pegangan.
Situasi di sekitar sungai menjadi semakin genting karena tidak adanya alat bantu keselamatan di lokasi kejadian.
Teriakan minta tolong dari anak-anak tersebut akhirnya terdengar oleh warga sekitar.
Seorang warga bernama YD berusia 40 tahun yang berada tidak jauh dari lokasi spontan berinisiatif memberikan bantuan.
YD langsung melompat ke sungai dengan tujuan mengevakuasi korban yang tenggelam.
Namun, upaya heroik tersebut berujung petaka ketika YD diduga mengalami kelelahan berat setelah menelan air dalam jumlah banyak.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa YD memiliki riwayat penyakit jantung yang memperburuk kondisinya saat berada di dalam air.
YD kemudian ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri setelah berhasil diangkat ke daratan oleh warga lainnya.
Warga sekitar segera melakukan pertolongan pertama dengan memompa dada korban untuk mengeluarkan air dari paru-paru.
Setelah itu, YD langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Di tengah proses pencarian korban utama yang tenggelam, kabar duka datang ketika YD dinyatakan meninggal dunia.
Peristiwa tersebut menimbulkan duka mendalam bagi warga sekitar yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.
Beberapa warga yang berada di lokasi kemudian menghubungi Emergency Call 113 milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung.
Petugas Damkarmatan Kota Bandung segera merespons laporan tersebut dan menuju lokasi kejadian.
Tim penyelamat melakukan koordinasi cepat untuk menentukan titik awal pencarian korban tenggelam.
Penyelaman dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi air yang keruh serta kontur dasar sungai yang berbatu.
Petugas penyelamat Damkarmatan Kota Bandung, Alfi, melakukan penyelaman langsung ke dalam aliran sungai.
Alfi menyelam dari titik awal korban tenggelam dan melakukan penyisiran hingga ke dasar sungai.
Kondisi di dalam air dilaporkan sangat gelap sehingga pencarian dilakukan dengan metode perabaan.
Petugas menyusuri rongga-rongga bebatuan yang berada di dasar sungai untuk memastikan tidak ada bagian yang terlewat.
Setelah proses pencarian intensif, korban akhirnya ditemukan tersangkut di celah bebatuan.
Korban ditemukan berada di kedalaman sekitar 2,5 meter dari permukaan air.***








