KoranBandung.co.id – Kecelakaan maut melibatkan truk pengangkut sapi terjadi di jalur selatan Nagreg pada Rabu dini hari dan menewaskan seorang pemudik.
Insiden tragis ini terjadi saat arus mudik mulai meningkat di wilayah selatan Kabupaten Bandung.
Kecelakaan tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa tetapi juga memicu kekacauan lalu lintas akibat sapi yang berlarian di jalan raya.
Kronologi Kecelakaan di Turunan Cikaledong
Berdasarkan informasi kepolisian, kecelakaan terjadi sekitar pukul 05.00 WIB di kawasan Cikaledong, jalur rawan kecelakaan di Nagreg.
Truk yang mengangkut sekitar 12 ekor sapi melaju dari arah Bandung menuju wilayah timur seperti Garut dan Tasikmalaya.
Saat memasuki turunan panjang yang dikenal memiliki kontur curam, kendaraan diduga mengalami kegagalan sistem pengereman.
Akibat rem yang tidak berfungsi optimal, pengemudi kehilangan kendali atas laju kendaraan.
Truk kemudian menabrak sejumlah sepeda motor yang berada di depannya sebelum akhirnya terguling ke sisi kiri jalan.
Benturan keras membuat badan truk menutup sebagian ruas jalan dan memicu kepadatan arus lalu lintas secara cepat.
Korban Jiwa dan Dampak Langsung
Dalam peristiwa tersebut, seorang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Korban diketahui merupakan pemudik asal Ciamis yang tengah melakukan perjalanan menuju kampung halaman.
Jenazah korban langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
Selain korban jiwa, insiden ini juga menyebabkan kerugian materiil yang tidak sedikit.
Dari total sapi yang diangkut, dua ekor dilaporkan mati akibat terjepit badan kendaraan saat terguling.
Sementara itu, beberapa sapi lainnya terlepas dan berlarian di jalan raya dalam kondisi panik.
Sapi Lepas Picu Kekacauan Lalu Lintas
Sapi-sapi yang terlepas dari truk menjadi faktor tambahan yang memperparah situasi di lokasi kejadian.
Hewan-hewan tersebut sempat berlarian ke berbagai arah sehingga membahayakan pengendara lain.
Petugas kepolisian bersama warga setempat berupaya mengendalikan dan mengamankan sapi yang masih hidup.
Proses penanganan hewan ternak ini memakan waktu cukup lama karena kondisi di lapangan yang tidak terkendali.
Situasi tersebut menyebabkan arus kendaraan tersendat dan menimbulkan antrean panjang di kedua arah.
Kemacetan bahkan sempat meluas hingga beberapa kilometer dari titik kejadian.
Proses Evakuasi dan Rekayasa Lalu Lintas
Petugas gabungan dari kepolisian dan instansi terkait segera melakukan evakuasi kendaraan.
Alat berat dikerahkan untuk memindahkan bangkai truk yang terguling agar tidak menghambat arus lalu lintas.
Selain itu, petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan.
Sistem buka tutup jalur sempat diberlakukan guna mempercepat proses normalisasi kondisi jalan.
Setelah beberapa jam penanganan, arus lalu lintas berangsur kembali normal meskipun masih terjadi kepadatan.
Pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintasi jalur tersebut.***








