KoranBandung.co.id – Insiden kecelakaan kendaraan roda dua yang mengakibatkan korban mengalami fraktur tangan terjadi di kawasan Arcamanik, Kota Bandung, pada Jumat malam.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena menunjukkan kecepatan respons layanan darurat serta sinergi antarinstansi dalam penanganan korban kecelakaan lalu lintas di wilayah perkotaan.
Koordinasi yang efektif antara pusat panggilan darurat, dinas kesehatan, dan relawan menjadi faktor penting dalam memastikan korban mendapatkan pertolongan medis secepat mungkin.
Kecelakaan tersebut dilaporkan terjadi di Jalan AH Nasution, tepatnya di wilayah Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat.
Laporan awal diterima oleh layanan darurat pada pukul 21.10 WIB melalui sistem pengaduan resmi.
Pelapor menyampaikan adanya kecelakaan kendaraan roda dua dengan satu korban mengalami luka serius berupa dugaan fraktur pada bagian tangan.
Dalam hitungan satu menit setelah laporan masuk, petugas langsung melakukan validasi untuk memastikan kebenaran informasi yang diterima dari pelapor di lapangan.
Hasil validasi menunjukkan bahwa laporan tersebut akurat sehingga segera ditindaklanjuti dengan koordinasi ke PSC 119 Dinas Kesehatan Kota Bandung sebagai pihak yang berwenang dalam penanganan medis darurat.
Pada pukul 21.13 WIB, laporan resmi telah diterima oleh PSC 119 dan proses pencarian ambulans terdekat langsung dilakukan guna mempercepat evakuasi korban.
Respons cepat kembali terlihat ketika pada pukul 21.17 WIB, informasi dari PSC menyebutkan bahwa relawan Ambulans Conan telah bergerak menuju lokasi kejadian.
Sementara itu, situasi di lokasi kecelakaan juga telah mendapat pengamanan dari pihak kepolisian yang lebih dahulu tiba untuk mengatur lalu lintas dan menghindari kemacetan.
Keberadaan aparat kepolisian di lokasi sejak pukul 21.20 WIB memberikan jaminan keamanan serta membantu kelancaran proses evakuasi korban.
Pada pukul 21.25 WIB, relawan Ambulans Conan dilaporkan telah tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan awal terhadap korban.
Tak berselang lama, dukungan tambahan datang dari motoris PMI dan relawan RCT yang turut hadir di lokasi pada pukul 21.27 WIB untuk membantu proses evakuasi.
Kolaborasi lintas organisasi ini memperlihatkan kesiapsiagaan komunitas relawan dalam mendukung layanan darurat pemerintah di Kota Bandung.
Korban yang mengalami fraktur kemudian mendapatkan penanganan awal berupa stabilisasi kondisi sebelum dipindahkan ke ambulans untuk dibawa ke fasilitas kesehatan.
Pada pukul 21.36 WIB, korban akhirnya berhasil dievakuasi dan dibawa menuju RSUD untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.***









