KoranBandung.co.id – Insiden kriminalitas yang melibatkan upaya pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil berhasil dihentikan oleh kesigapan warga dan respons terintegrasi dari layanan darurat Kota Bandung.
Kejadian yang berlangsung dini hari ini kembali membuktikan peran vital masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan lingkungan sekitarnya.
Sistem komando terpadu PSC 119 terbukti mampu menjembatani laporan warga dengan unit-unit kepolisian di lapangan, memastikan penanganan cepat terhadap ancaman ketertiban umum.
Pada Jumat dini hari, 21 November 2025, suasana hening di kawasan padat penduduk Gang Banteng, Kelurahan Cicadas, Kota Bandung, mendadak terpecah oleh aksi kejahatan.
Sekitar pukul 02.16 WIB, sebuah tindakan pidana pencurian dengan pemberatan dilaporkan terjadi di Jalan Asep Berlian, tepatnya di tengah-tengah Gang Banteng RT 05 RW 06.
Seorang individu tertangkap tangan oleh warga setempat setelah diduga melakukan perusakan properti, yakni memecahkan kaca mobil, sebagai bagian dari upaya pencurian.
Keberanian dan kesigapan warga yang berhasil mengamankan terduga pelaku di lokasi kejadian menjadi faktor kunci pencegahan kerugian lebih lanjut.
Pelapor, yang diidentifikasi hanya dengan inisial Bapak P, segera melakukan panggilan ke saluran darurat PSC 119 Dinas Kesehatan Kota Bandung untuk meminta bantuan penanganan.
Tindakan cepat Bapak P untuk menghubungi saluran resmi kedaruratan menunjukkan kesadaran masyarakat dalam mengintegrasikan penanganan keamanan dengan sistem pemerintah kota.
Respons Time (RT) yang dicatatkan oleh PSC 119 dalam menangani laporan L11763668236 ini tergolong sangat impresif dan patut diapresiasi.
Pada detik laporan diterima pukul 02.16 WIB, operator sentral 112 langsung bergerak melakukan verifikasi data pelaporan yang masuk.
Hanya berselang satu menit, pada pukul 02.17 WIB, tim validasi laporan segera bekerja memverifikasi keabsahan informasi dan lokasi yang disampaikan oleh warga di Gang Banteng.
Tahap validasi ini berlangsung selama enam menit, hingga pada pukul 02.23 WIB, laporan dikategorikan valid dan segera dikoordinasikan ke jalur komando selanjutnya.
Pusat Komunikasi dan Informasi (Pakuan) Bandung Command Center (BCC) menjadi sasaran koordinasi pertama setelah laporan dinyatakan valid.
Sistem informasi terpusat ini menjamin bahwa seluruh pihak berwenang di bidang keamanan dapat mengakses data insiden secara simultan dan tanpa penundaan.
Pada pukul 02.25 WIB, hanya dua menit setelah koordinasi dengan BCC, informasi mendesak ini resmi diteruskan kepada Kepolisian Sektor (Polsek) Cibeunying Kidul.
Polsek Cibeunying Kidul, sebagai otoritas penegak hukum yang paling dekat dengan lokasi, segera diinstruksikan untuk mengirimkan unit patroli reaksi cepat.
Operator layanan darurat 112 juga memastikan bahwa laporan ini telah dikoordinasikan secara paralel dengan Bantuan Kendali Operasi (BKO) Polrestabes Bandung.
Keterlibatan BKO Polrestabes menjamin adanya back-up serta mobilisasi Tim Prabu Lodaya Presisi yang memiliki kemampuan penanganan situasi kriminalitas tingkat tinggi.
Intensitas koordinasi yang tinggi ini membuahkan hasil signifikan dalam hitungan menit.
Pada pukul 02.39 WIB, atau 23 menit sejak laporan pertama kali diterima, konfirmasi dari pelapor menegaskan bahwa bantuan telah tiba di lokasi kejadian.
Disebutkan bahwa Tim Prabu Lodaya Presisi dan personel kepolisian dari Polsek Cibeunying Kidul telah berhasil mencapai Gang Banteng di Cicadas.***









