KoranBandung.co.id – Warga Cinangsi, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, dihebohkan oleh penemuan sesosok mayat di area lahan pertanian pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Peristiwa tersebut dengan cepat menyedot perhatian masyarakat sekitar.
Sejak kabar itu menyebar, suasana di sekitar lokasi berubah ramai oleh warga yang datang untuk memastikan informasi yang beredar dari mulut ke mulut.
Kondisi mayat yang ditemukan dalam keadaan tertutup rerumputan semakin menambah rasa penasaran sekaligus kekhawatiran masyarakat setempat.
Kronologi Penemuan Mayat di Lahan Pertanian
Penemuan mayat bermula ketika sejumlah warga yang hendak beraktivitas di lahan pertanian mencurigai adanya bentuk tidak wajar di antara rerumputan yang tumbuh cukup lebat.
Dari jarak dekat, warga melihat sepasang kaki manusia yang tampak muncul di permukaan rerumputan, sehingga menimbulkan dugaan kuat adanya korban meninggal dunia.
Informasi tersebut kemudian menyebar dengan cepat dan membuat warga lain berdatangan ke lokasi kejadian.
Situasi di lapangan sempat dipenuhi warga yang berkerumun karena rasa ingin tahu, meskipun sebagian lainnya memilih menjaga jarak.
Respons Aparat Kepolisian
Menindaklanjuti laporan warga, kepolisian segera menerjunkan tim Inafis dari Polresta Bandung ke lokasi penemuan.
Kehadiran tim Inafis bertujuan untuk melakukan identifikasi awal serta mengamankan area agar proses penyelidikan berjalan sesuai prosedur.
Petugas memasang garis pembatas di sekitar lokasi guna mencegah warga mendekat dan mengganggu proses olah tempat kejadian perkara.
Langkah tersebut juga dilakukan untuk menjaga keutuhan bukti yang ada di lapangan.
Proses Identifikasi dan Penanganan
Setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi, jenazah kemudian dievakuasi untuk keperluan identifikasi lebih lanjut.
Hasil pemeriksaan memastikan bahwa mayat yang ditemukan di lahan pertanian Cinangsi telah berhasil diidentifikasi.
Korban diketahui merupakan warga Sukamenak, Kecamatan Pangalengan.
Pihak keluarga korban juga telah mendapatkan informasi mengenai kejadian tersebut.
Kepastian identitas ini setidaknya mengurangi spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Meski identitas korban telah diketahui, pihak terkait belum memberikan keterangan rinci kepada publik.
Identitas lengkap korban hingga saat ini belum dirilis secara resmi.
Belum adanya keterangan detail juga mencakup penyebab pasti kematian korban.***









